TAZKIANA

PERCAKAPAN DAN TATA BAHASA KOREA

( sebuah contoh dari universitas Yonsei Korea )

Banyaknya  pilihan program  belajar bahasa korea  secara online, membuat kita bisa memilih yang termudah, menarik dan yang terpenting tentunya  yang termurah ( baca: gratis ).  kalau bisa,  gratis dengan saluran internetnya juga, syukur kalau komputernya juga gratis.

Pada program e-campus dari Universitas Yonsei ini  disajikan materi :

  • Percakapan
  • Kosa kata
  • Tata bahasa
  • Latihan menulis

Namun, karena yang gratis cuma  samplenya , maka yang kita sajikan cuma contoh saja.

Level I :

Percakapan di Telepon

Level II:

Percakapan tentang Rumah

Level III :

Percakapan tentang waktu (berapa lama )

Level IV :

Percakapan Hadiah Pernikahan

Level V :

Percakapan Memberi arah Jalan ( di Telepon )

Level VI :

Percakapan Sewa Water Purifier ( pembersih air ).

Untuk detail per level serta kurikulum lengkapnya  kita bisa langsung browsing saja ke sitenya Universitas Yonsei di: http://www.yskli.com/index.asp

Lihat pos aslinya

Iklan

LoL but i agree with this!! ❤

Pyong Pyong's Notes

Masyarakat Indonesia terkadang memang suka menyingkat sesuatu, yang dalam hal ini adalah saat memanggil seseorang. Terkadang, demi mempersingkat durasi pemanggilan (simpelnya sih, biar ngga ribet), orang-orang sering banget menggal nama orang lain yang dia kenal. Kalo misalnya mau manggil Dewi, yang disebutin cuman “Wi” atau “Dew”, manggil Fitri yang disebutin cuman “Fit” (belum pernah sih ada yang manggil aku “Tri”, mungkin karena ngga boleh nyebutin merk produk). Begitupun kalau memanggil seseorang yang lebih tua, “kakak” cuman dipanggil “kak”, untungnya sampai sekarang belum pernah ada yang khilaf manggil abangnya dengan sebutan “ba” atau “ng”, atau manggil mbaknya dengan sebutan “mb” atau “ak”, atau kamu akan dikira orang gagu. Kebiasaan singkat menyingkat ini, entah siapa yang memulai, karena di barat pun anak-anak muda yang 6ah0El hobi nyingkat “brother” jadi “bro”.

Lihat pos aslinya 493 kata lagi